HOME IRIS FLASHVIDEO 3D MEDIAWALL  PICTUREGALLERY MUSICBOX BASA JAWA BAHASA INDONESIA GASTENBOEK

Immigratie Suriname Taal Cultuur Muziek Theater Boeken Archieven BanyuMili

Home > BanyuMili > Halaman Bahasa Indonesia

Situsweb Masyarakat Suriname Keturunan Jawa

Halaman Bahasa Indonesia

Get the Adobe Flash Player to see this video.

MultiMediaPlayer


Situsweb Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paramaribo, Suriname


Database kuli kontrak asal Jawa yang diberangkatkan ke Suriname


RTV Garuda Suriname


Kuda kepang Suriname

 

Selamat perkenalan

Saudara-saudari yang terhormat... Selamat datang di situsweb BanyuMili dan selamat perkenalan. Situsweb ini mengenai bahasa dan kabudayan masyarakat Suriname keturunan Jawa. Dibikinkan suatu halaman istimewa di dalam bahasa Indonesia buat saudara-saudari Indonesia yang tidak berbahasa Belanda. Ini akan mencakup pemberian informasi jawaban dan katerangan mengenai masyrakat Suriname keturunan Jawa maupun pemberian keterangan mengenai Republik Suriname. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Sejarah
Suriname juga wilayah jajahan Belanda sejak tahun 1667 hingga 1975. Sebelumya dijajahi orang Spanyol, orang Portugis dan orang Inggris. Pada tahun 1975 Suriname menjadi Republik Suriname. Orang asli Suriname yaitu orang Indian, penduduk asli benua Amerika. Berakhirnya sistem perbudakan di Belanda pada 1863 membawa konsekuensi hilangnya sebagian besar pekerja pada perkebunan-perkebunan di wilayah jajahannya. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah Belanda merekrut kuli-kuli kontrak bergaji sangat murah dari wilayah jajahannya yang lain. Sejak penghujung abad ke-19, pemerintah kolonial Hindia Belanda mengirimkan kuli-kuli kontrak asal Pulau Jawa ke wilayah jajahan lainnya di Suriname. Sejak 1890 hingga 1930, 32.965 kuli kontrak asal Jawa diberangkatkan ke negeri yang terletak di sisi lain bola dunia itu. Menurut kontrak orang buru harus kerja selama lima tahun. Setelahnya mereka boleh tinggal di Suriname berkesempatan juga kembali ke tanah airnya. Yang dipilih banyak orang Jawa tinggal di Suriname. Kapal yang pertama yang diberangkatkan ke Suriname namanya Prins Willem II dengan empat puluh empat orang Jawa.Tanggal datangnya di Suriname 9 Agustus 1890. Setiap tahun hari itu hari yang istimewa kepada masyarakat Suriname keturunan Jawa di Suriname. Pesta besar diadakan acara hiburan nasional.

Download: Daftar nama dan alamat warga asal Suriname dan keturunannya yang tinggal di Indonesia (PDF).

Mengentip sejarah orang-orang Jawa di Suriname...
oleh Bapak drs H. Sarmoedjie di Indonesia

Jauh sebelum Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri, Pemerintah Belanda pada tahun 1890 telah mengirimkan 32.986 orang TKI asal pulau Jawa ke Suriname, suatu Negara Jajajahan Belanda di Amerika Selatan.Tujuan pengiriman TKI itu adalah untuk mengganti tugas para budak asal Afrika yang telah dibebaskan pada tanggal 1 Juli 1863. Setelah secara resmi para budak itu dibebaskan, mereka beralih profesi dan bebas memilih lapangan pekerjaan yang dikehendakinya. Dampak pembebasan para budak itu, banyak perkebunan didaerah itu tidak ada yang mengurus, terlantar dan mengakibatkan perekonomian yang selama itu sangat tergantung dari hasil perkebunan, turun drastis. Adapun dasar Pemerintah Belanda memilih para TKI dari pulau Jawa itu adalah, rendahnya tingkat perekonomian penduduk sebagai akibat bencana meletusnya gunung berapi dan padatnya penduduk di pulau Jawa jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Berbagai cerita tentang meletusnya gunung berapi itu sering disampaikan para TKI pada saat itu kepada para anak cucunya di Suriname, karena mereka tahu betul, bahkan mengalami adanya udan awu atau hujan debu akibat letusan gunung berapi sebelum mereka diberangkatkan untuk kerja kontrak ke Suriname. Pada umumnya para TKI itu berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada juga dari daerah Jawa Barat tetapi jumlahnya lebih sedikit.

  Selengkapnya (PDF)...

Makalah Narkoba...
oleh Bapak drs H. Sarmoedjie di Indonesia
Pertama-tama, perkenankan kami di usia yang sudah oversek (over seket = lebih dari 50 tahun) bahkan sudah oversuwid (over suwidak = lebih dari 60 tahun) ini, mendahulukan puji dan syukur kehadirah Allah Swt, yang telah memberikan kemampuan dan kesempatan kepada kami untuk berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan informasi tentang Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Narkoba (PG&PN). Harapan kami semoga materi yang kami sampaikan ini menarik dan ada manfaatnya buat kita semua, terutama buat mereka yang membutuhkan informasi tentang Narkoba.

  Selengkapnya (PDF)...

Jawa Suriname kembali dari Indonesia...
oleh Bapak drs H. Sarmoedjie di Indonesia
Yth. Teman2 seperjuangan asal Tongar,
Setelah 40 tahun meninggalkan Tongar, akhirnya pada hari Jumat tanggal 7 Desember 2007 jam 09.30 dengan  Batavia Air saya ke Padang untuk mudik ke Tongar. Setelah 1,5 jam mengudara, sekitar jam 11.00 tiba di Padang.  Dengan menggunakan jalan darat (bis umum) saya langsung ke Pasaman Barat melalui Pariaman, Manggopo, Tiku, Kinali dan Ophir. Akhirnya tiba di Tongar pada jam 17.00. Malam harinya langsung menemui beberapa "senior" yang pada umumnya sudah berusia diatas 65 tahun.

  Selengkapnya (PDF)...

Bahasa dan kebudayaan
Hal ini masih dilakukan acara jauh di mata, tetapi masih tetap dekat di hati. Biasanya orang Jawa Suriname tidak berbahasa Indonesia. Bahasa nasional di Suriname masih tetap bahasa Belanda. Bahasanya acara linguia franca yaitu bahasa Sranan Tongo yang berkembang dari beberapa bahasa-bahasa.

Saya pulang (bahasa Indonesia)
Aku mulih (bahasa Jawa)
Ik ga naar huis (bahasa Belanda)
I am going home (bahasa Inggris)
Mi e go na oso (bahasa Sranan)

Orang Jawa Suriname di Belanda
Sekarang banyak orang Jawa dari Suriname tinggal di Belanda.
Jumlahnya kurang-lebih 30 000.