
|
|
|
|
SELAMAT PERKENALAN |
|
|
|
|
|
|
|
Saudara-saudari yang terhormat... Selamat datang di situsweb BanyuMili dan selamat perkenalan. Situsweb ini mengenai bahasa dan kabudayan masyarakat Suriname keturunan Jawa. Dibikinkan suatu halaman istimewa di dalam bahasa Indonesia buat saudara-saudari Indonesia yang tidak berbahasa Belanda. Ini akan mencakup pemberian informasi jawaban dan katerangan mengenai masyrakat Suriname keturunan Jawa maupun pemberian keterangan mengenai Republik Suriname. Terima kasih atas kunjungan Anda. Sejarah ● Daftar nama dan alamat warga asal Suriname dan keturunannya yang tinggal di Indonesia [PDF] |
|
|
Sebagai tanda perasaan
berterimakasih terhadap
Atas nama Masyarakat
Suriname Keturunan Jawa, webmasternya situsweb BanyuMili dan saya sendiri
Reinier Kromopawiro ingin menguncapkan banyak
terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paramaribo.
Bapak Kuasa Usaha R. Utoyo Sutoto |
|
|
Mengentip sejarah orang-orang Jawa di Suriname... oleh Bapak drs H. Sarmoedjie di Indonesia Jauh
sebelum Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan Tenaga Kerja
Indonesia (TKI) ke Luar Negeri, Pemerintah Belanda pada tahun 1890
telah mengirimkan 32.986 orang TKI asal pulau Jawa ke Suriname, suatu
Negara Jajajahan Belanda di Amerika Selatan.Tujuan pengiriman TKI
itu adalah untuk mengganti tugas para budak asal Afrika yang telah
dibebaskan pada tanggal 1 Juli 1863. Setelah secara resmi para
budak itu dibebaskan, mereka beralih profesi dan bebas memilih
lapangan pekerjaan yang dikehendakinya. Dampak pembebasan para budak
itu, banyak perkebunan didaerah itu tidak ada yang mengurus, terlantar
dan mengakibatkan perekonomian yang selama itu sangat tergantung dari hasil
perkebunan,
turun drastis. Adapun dasar Pemerintah Belanda memilih para TKI dari pulau Jawa itu
adalah,
rendahnya tingkat perekonomian penduduk sebagai akibat bencana meletusnya gunung berapi dan padatnya
penduduk di pulau Jawa jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Berbagai cerita tentang meletusnya gunung berapi itu sering
disampaikan para TKI pada saat itu kepada para anak cucunya di
Suriname, karena mereka tahu betul, bahkan mengalami adanya udan
awu atau hujan debu akibat letusan gunung berapi
sebelum mereka diberangkatkan untuk kerja kontrak ke Suriname. Pada umumnya para TKI itu berasal dari daerah
Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada juga dari daerah Jawa Barat tetapi jumlahnya lebih
sedikit. Jawa Suriname kembali dari Indonesia oleh Bapak drs H. Sarmoedjie di Indonesia Yth.
Teman2 seperjuangan asal Tongar, Bahasa dan kebudayaan Hal ini masih dilakukan acara jauh di mata, tetapi masih tetap dekat di hati. Biasanya orang Jawa Suriname tidak berbahasa Indonesia. Bahasa nasional di Suriname masih tetap bahasa Belanda. Bahasanya acara linguia franca yaitu bahasa Sranan Tongo yang berkembang dari beberapa bahasa-bahasa. Saya
pulang (bahasa Indonesia) Orang Jawa Suriname di Belanda Sekarang banyak orang Jawa dari Suriname tinggal di Belanda. Jumlahnya kurang-lebih 30 000. Makalah Narkoba oleh Bapak drs H. Sarmoedjie di Indonesia
Pertama-tama, perkenankan kami
di usia yang sudah oversek (over seket = lebih dari 50 tahun) bahkan
sudah oversuwid (over suwidak = lebih dari 60 tahun) ini, mendahulukan
puji dan syukur kehadirah Allah Swt, yang telah memberikan kemampuan dan
kesempatan kepada kami untuk berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan
informasi tentang Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Narkoba (PG&PN).
Harapan kami semoga materi yang kami sampaikan ini menarik dan ada
manfaatnya buat kita semua, terutama buat mereka yang membutuhkan
informasi tentang Narkoba. |
|
|